Breaking News

Gaji Karyawan Tak Dibayar Perusahaan Garmen Mencoreng Dinas Perindustrian Pemalang.


Komando Bhayangkara - Sungguh prihatin dimasa ekonomi sulit, 105 (gaji rata2 Rp 1.200.000-/bln) karyawan  CV. Alfatah telah dirumahkan tanpa uang gaji.

Perusahaan menjanjikan pembayaran satu minggu akan tetapi sampai satu tahun tidak kunjung terpenuhi hak karyawan yang berjumlah 105, Karyawan mengaku dipermainkan CV. Alfatah yang berkedudukan Di Desa Benjaran Jl. Madura RT/RW 05/02 Kecamatan  Taman Pemalang.

CV Alfatah berdiri dua tahun yang lalu telah memperkerjakan karyawan kurang lebih 105 orang. CV tersebut bergerak dibidang Garmen yang di pimpin oleh 2 orang sebagai pengelola berinisial TJ  dan EH. Kedunya adalah Karyawan salah Satu perusahan swasta PT (BMH) Bima Hanafindo berkedudukan di desa Kedung Kelor Tegal. Berawal munculnya permasalahan tersebut pada Awal Bulan Puasa 2019 CV. Alfatah memutuskan untuk menghentikan produksi dengan alasan tidak memenuhi target dan CV. tersebut menghentikan produksi tepat tiga hari puasa.

Karyawan yang berjumlah kurang lebih 60 Orang mengaku kerja selama 12 Hari + lembur belum dibayarkan upah sepenuhnya dan berjanji akan membayar sisanya dengan cara mengangsur tutur koordinator karyawan berinisial RK, tapi pada kenyataannya janji hanya janji yang mereka dapatkan.

Kemudian  pada tanggal 22 September 2019 semua mantan karyawan CV Alfatah meminta bantuan dengan seseorang yang bernama Suhirman untuk mediasi dengan Perusahaan.

Sungguh mengejutkan CV Alfatah di duga tidak mengantongi ijin sama sekali. Karena dikonfirmasi ke desa setempat tidak ada pemberitahuan dan di Kecamatan tidak ada registrasi usaha garmen atas nama CV Alfatah, 

"Lha wong CV nya aja ga laporan kok" tutur kepala desa saat di konfirmasi dikediamannya pada tanggal 18 Oktober 2019 pukul 10 : 00 WIB, 

Demikian juga pihak kecamatan yang diwakili oleh Sekcam Taman dan Rekanya pada tanggal 28  Oktober 2019 pukul 09 : 00 WIB menerangkan tidak ada data yang masuk dari desa, bahkan di duga kuat CV tersebut adalah anak cabang dari PT BMH Tegal. 

Bahkan informasi dari Suhirman  menerangkan CV Alfatah dan PT. NMH tersebut di BACKING  oleh oknum Anggota TNI aktif berpangkat Pelda berinisial KM berdinas di salah satu KORAMIL Kabupaten Tegal mengaku bahwa CV Alfatah tersebut adalah miliknya.

"Karena saya seorang anggota TNI saya tidak bisa mengurus sendiri jadi lewat orang lain yang mengurus perijinannya " kata oknum tersebut saat di konfirmasi dikediamannya. 

Dari peristiwa diatas diduga bahwa perusahaan CV Alfatah melanggar pasal 186 Ayat 1 UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan ancaman hukuman maks 4 tahun dan denda maksimal 400 juta dan untuk perizinan telah melanggar UU No 32 tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup, UU No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Menteri (perment) No 27 tahun 2009 tentang Pedoman Penataan izin Gangguan di daerah, ancaman hukuman 6 bulan dan denda 50 juta.

Begitu miris Pemerintah Kabupaten  Pemalang tidak serius dalam menjalankan penertiban  perizinan usaha, dan  lagi mengenai upah minimum regional (UMR) Kabupaten Pemalang Rp 1.588.000,- yang masih kurang dari sejahtera.

Kepada Dinas terkait sekiranya bisa menindak Tegas bagi Perusahaan yang melanggar aturan perizinan dan mengikuti Peraturan yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Bondan MKB Pemalang)
Gaji Karyawan Tak Dibayar Perusahaan Garmen Mencoreng Dinas Perindustrian Pemalang. Gaji Karyawan Tak Dibayar Perusahaan Garmen Mencoreng Dinas Perindustrian Pemalang. Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar