Breaking News

Jokowi Berikan PR Lulusan BLK Komunitas Match dengan Kebutuhan Industri


Komando Bhayangkara - Sejak 2017, pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di pondok pesantren di seluruh Indonesia. Hingga 2019, sudah ada 1.113 BLK Komunitas yang didirikan.

Pada peresmian BLK Komunitas yang dilakukan Presiden RI Ir H Joko Widodo di Pondok Pesantren Al Fadlu 2, Senin (30/12/2019), Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziah melaporkan, keberadaan BLK Komunitas untuk mendekatkan sarana ketrampilan kerja dengan manusia yang perlu dilatih dan mempertemukan akses pelatihan dengan calon peserta. Melalui BLK Komunitas, lembaga penerima mendapat bantuan pembiayaan pembangunan gedung 1 unit, peralatan pelatihan vokasi untuk 1 kejuruan, bantuan biaya operasional dan bantuan biaya untuk melaksanakan dua paket program pelatihan.

"Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja juga sudah menyiapkan program untuk melatih tenaga instruktur dan pengolah BLK Komunitas agar mereka mampu mengelola BLK dengan baik," tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, total ada 10 program pelatihan vokasi yang dikembangkan. Antara lain teknik otomotif, teknik las, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perikanan, menjahit, refrigerator dan teknik listrik, dan teknologi informasi komputer. 

"Penentuan kejuruan, ditentukan sendiri oleh lembaga penerima bantuan BLK Komunitas," ujarnya

Presiden RI Joko Widodo mengingatkan agar penentuan jurusan kejuruan yang dipilih, menyambung dengan kebutuhan dunia industri. Orang nomor satu di Indonesia itu melihat, lulusan kejuruan saat ini belum sesuai dengan kebutuhan industri. Dia mencontohkan, perbankan dan lembaga keuangan saat ini membutuhkan banyak teknisi coding dan programming. Namun supply nya nyaris tidak ada karena pelatihan di bidang tersebut minim sekali.

"Coba tanya bank, berapa butuh teknisi coding, ndak ada yang menyiapkan kesana. Tanya butuhnya teknisi programming, banyak yang butuh tapi ndak ada yang menyiapkan," urainya 

Oleh sebab itu, keberadaan BLK Komunitas diharapkan bisa menyambungkan antara skill SDM dengan kebutuhan industri. Caranya, BLK Komunitas mesti berkomunikasi terlebih dahulu dengan industri untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja mereka. Setelah mengetahui kebutuhan industri, barulah BLK Komunitas menentukan jurusan kejuruan yang dibuka. 

"Sebelum melatih itu tanya calon penggunanya (industri). Butuhnya apa. Misalnya butuh teknisi coding ya jangan diajarkan yang excel. Ajarkan sesuai yang dibutuhkan industri. Sehingga sambung. Jangan diajari semuanya, " pesannya. 

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menambahkan, di masa depan, industri tidak lagi akan menanyakan apa ijazah calon tenaga kerjanya. Yang akan ditanyakan adalah apa skillnya. Sehingga, keberadaan BLK Komunitas menjadi penting.

"Syukur-syukur BLK ini bisa digabungkan dengan co working space yang orang bisa saling berbagi pengalaman dan kemudian butuh partner," katanya

Di Jawa Tengah, beber Ganjar, pemerintah sudah mulai melobby perusahaan-perusahaan untuk menjadi teaching industry. Sehingga sekolah kejuruan dihadirkan, tempat praktik disediakan, dan produk yang dihasilkan mendapat pendampingan sekaligus dibantu pemasarannya di pasar internasional.

"Mudah-mudahan BLK Komunitas ini berjalan dengan baik, yang nantinya setelah latihan, praktik, maka teaching industry ini penting. Apapun produknya mesti didampingi dan punya minimum standart yang kemudian bisa kita jadikan unggulan di masing-masing daerah," pungkasnya.
Jokowi Berikan PR Lulusan BLK Komunitas Match dengan Kebutuhan Industri Jokowi Berikan PR Lulusan BLK Komunitas Match dengan Kebutuhan Industri Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar