Breaking News

PENGGELAPAN UANG 1,5 MILIYAR PEMBANGUNAN LAPAK PASAR BUAH dan SAYUR OLEH KETUA PAGUYUBAN PASAR BUAH KABUPATEN PEMALANG HANYA DI VONIS 8 BULAN PENJARA.


Komando Bhayangkara - Kekecewaan sejumlah pedagang pasar buah dan sayur sangat kecewa dengan vonis yang diberikan terdakwa Cari Antoni, kecewanya pedagang sangat beralasan karena dari tuntutan jaksa 3 tahun, hanya divonis oleh Hakim 8 bulan penjara.

Bermula dari adanya pembangunan kios di lokasi Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang sebanyak 28 kios yang dibangun secara swadaya oleh para pedagang atas kesepakatan bersama para pedagang Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang dengan Paguyuban yang pada saat itu diketuai oleh terdakwa CARI ANTONI, Sekretaris  EKO WIDODO, S.E dan Bendahara  NURPANDI yang mana paguyuban Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang tercatat di Notaris;

Bahwa berdasarkan kesepakatan terdakwa selaku Ketua Paguyuban Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang akan menunjuk pihak ketiga yaitu  H. ALI MURTADHO  sebagai kontraktor yang akan melaksanakan pembangunan 28 unit kios di Pasar Sayur dan Buah kabupaten Pemalang sebesar Rp. 1.419.000.000,- (satu milyar empat ratus sembilan belas juta rupiah) yang akan dibayarkan secara bertahap oleh terdakwa sdr. CARI ANTONI  kepada H. ALI MURTADHO dengan cara 3 (tiga) tahapan 30%-30%-40% 

Itu pun per unit hanya dibayarkan ke pemborong Rp 35.000.000,- yang seharusnya Rp 45.000.000,-menurut saksi diatas.

Bahwa selanjutnya H. ALI MURTADHO yang mendapatkan perintah untuk membangun 28 unit Kios, pembongkaran bekas Kantor PDAU dan memperbaiki atas Hall di Pasar Sayur dan Buah Kabupaten Pemalang langsung melaksanakan pekerjaan pembangunan sekitar bulan Mei tahun 2016, akan tetapi sampai dengan selesainya pembangunan 28 unit Kios, pembongkaran bekas Kantor PDAU dan rehab atas Hall, H. ALI MURTADHO hanya menerima pembayaran dari terdakwa CARI ANTONI sebanyak Rp. 368.500.000,- (tiga ratus enam puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah).

Sedangkan sisanya sebesar Rp. 1.120.500.000,- (satu milyar seratus dua puluh juta lima ratus ribu rupiah) digunakan terdakwa CARI ANTONI untuk keperluan dirinya sehari-hari dan Rp 400.000.000,- untuk akomodasi (Atensi)

Bahwa atas perbuatan terdakwa CARI ANTONI pihak paguyuban harus membayar lagi sisa uang pembangunan kepada H. ALI MURTADHO sebesar Rp. 681.500.000,- (enam ratus delapan puluh satu juta lima ratus ribu rupiah) dan sudah dibayarkan secara bertahap sebesar Rp. 350.000.000,- (tiga ratus lima puluh juta rupiah), dan akibat dari perbuatan terdakwa Cari Antoni, Paguyuban pedagang Pasar Sayur dan Buah mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 1.120.500.000,- (satu milyar seratus dua puluh juta lima ratus ribu rupiah.

Pihak penggugat minta Jaksa untuk banding, dan berencana akan mengadukan ke Ombudsman RI serta Pengawas Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial, ada kejanggalan menurutnya  kata Nurpandi selaku penggugat. (Bondan MKB Pemalang)

PENGGELAPAN UANG 1,5 MILIYAR PEMBANGUNAN LAPAK PASAR BUAH dan SAYUR OLEH KETUA PAGUYUBAN PASAR BUAH KABUPATEN PEMALANG HANYA DI VONIS 8 BULAN PENJARA. PENGGELAPAN UANG 1,5 MILIYAR PEMBANGUNAN LAPAK PASAR BUAH dan SAYUR OLEH  KETUA PAGUYUBAN PASAR BUAH KABUPATEN PEMALANG HANYA DI VONIS 8 BULAN PENJARA. Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar