Breaking News

94 Tahun NU, Gus Yasin: Usia yang Tua dan Butuh Anak Muda


Komando Bhayangkara - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin mengatakan pada usia ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) sudah modern. Meski demikian pada usia yang sudah tua itu, NU membutuhkan anak muda guna meneruskan tradisi dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"94 tahun itu usia tidak mudah, usia yang sudah tua, dan butuh anak muda agar NU tetap muda. Seperti yang dikatakan oleh Gus Reza, pemuda hari ini adalah pemimpin kita di masa depan," kata Gus Yasin saat melakukan teleconference dalam acara Rosi Kompas TV dengan tema "94 Tahun NU: Politik, Guyon, dan Sarung", Kamis (30/1/2020) malam.

Gus Yasin juga menyatakan pada usia ke-94 ini NU sudah menjadi organisasi yang modern tetapi tidak meninggalkan tradisinya. Hal itu dapat dilihat dengan adanya penggunaan media sosial dan juga penggunaan laman NU online untuk berdakwah.

"Tentang 94 tahun NU ini menarik, saya melihat bahwa modernisasi organisasi NU saat ini toplah. Tadi dikatakan ada NU online dan lain sebagainya. Di mana dulu orang kalau melihat NU itu "ndeso" tapi sekarang sudah bermain medsos, bahkan followernya banyak dan yang penting lagi adalah banyak follower dari bagian di luar NU," ungkap putra ulama besar NU, Kiai Maimoen Zubair, tersebut.

Disinggung mengenai hubungan NU dan politik, Gus Yasin menyebutkan bahwa NU dengan politik di negeri ini memang tidak bisa dipisahkan. Salah satu contohnya adalah pada saat berdirinya negara Indonesia yang juga ada keterlibatan NU di dalamnya.

"Itu juga sebenarnya sudah sejak lama pendiri NU yang memperjuangkan negara ini dengan Pak Soekarno," kata Gus Yasin.

"Politik Indonesia saat ini itu trendnya kan satu, yaitu nasionalis religius. Itu sebenarnya sudah lama juga diidam-idamkan NU dan diimplementasikan di NU. Sekarang diunggah lagi oleh Kiai Maimoen Zubair yang memberikan garis besar bahwa politik itu harus asa nasionalis dan NU dari religiusnya," lanjutnya.

Sementara itu untuk menjaga tradisi, Gus Yasin menyampaikan bahwa pada 94 tahun NU ini ia sudah mewarnai di Jawa Tengah. "Saya di 94 tahun NU sudah mewarnai di Jawa Tengah. Tiap malam Jumat di rumah dinas selalu ada acara maulid rasul, yasin-tahlil, dan pengajian," pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, Pengasuh Ponpes Lirboyo Gus Reza Ahmad Zahid, dan Inayah Wahid. (Bondan MKB Pemalang)

94 Tahun NU, Gus Yasin: Usia yang Tua dan Butuh Anak Muda 94 Tahun NU, Gus Yasin: Usia yang Tua dan Butuh Anak Muda Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar