Breaking News

Harus Ada EQ dan SQ di Antara IQ


Komando Bhayangkara - Terjadinya kasus bullying terhadap siswi berkebutuhan khusus di Purworejo yang dilakukan teman sekelasnya, dan kasus perkelahian antar siswi SMP di Kudus, membuat banyak orang prihatin. Termasuk, Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen.

"Saat ini kita memang baru disibukkan dengan masalah-masalah EQ (Emotional Quotient). Bullying teman sekelas terjadi di Purworejo. Sebelumnya di Kendal, antara guru dan murid. Memang setelah ditelusuri hanya bercanda, tapi bercandanya keterlaluan," ungkap wagub dalam Konferensi Kerja PGRI Jateng Tahun Pertama Masa Bakti ke-22 di Kampus IV UPGRIS, Jumat (28/02/2020).

Persoalan seperti ini, lanjut Wagub, tidak bisa dibiarkan. Maka emotional quotient (EQ) dan spiritual quotient (SQ) harus ada di antara intellegence quotient (IQ).


"Saya berharap guru bukan hanya mengajarkan supaya IQ siswa cerdas, tapi juga harus disertai EQ dan SQ. Emosionalnya harus dijaga. Spiritualnya harus dibangun," tuturnya.

Cara yang efektif adalah guru memberikan contoh positif yang nyata kepada murid-muridnya. Contoh itu diberikan sampai muridnya terpengaruh untuk mencontohnya.

"Guru saya memberikan contoh kepada saya, bagaimana mengajarkan ilmu-ilmunya, mengajarkan kemuliaan akhlaqnya, sehingga murid akan melihat dan menjalankan," ungkap mantan anggota DPRD Jateng itu.


Di era revolusi industri 4.0 ini, imbuh wagub, dunia pendidikan diuji lebih berat. Informasi yang deras dan tidak semua positif, apabila tidak terfilter dengan baik, bisa memengaruhi anak untuk bertindak negatif.

"Maka kita dituntut betul memberikan pelajaran kesabaran. Mulai dari IQ, EQ dan SQ harus berjalan seirama. Dan saya yakin, PGRI dan organisasi guru lainnya, mampu melaksanakan itu," pungkasnya.

Harus Ada EQ dan SQ di Antara IQ Harus Ada EQ dan SQ di Antara IQ Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar