Breaking News

Pj Sekda : Lahan Tidak untuk Dipermainkan


Komando Bhayangkara – Terbitnya Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda RTRW) menjadi salah satu muara dalam meningkatkan kemajuan daerah dan masyarakat. Regulasi tersebut menjadi jalan masuk datangnya investasi, sehingga ada perputaran modal, penyerapan tenaga kerja, dan kenaikan produktivitas. 

“Pemerintah pusat mengajak berkolaborasi antara pemprov dan kabupaten kota, bagaimana menangkap peluang, bagaimana berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebetulnya hanya ada tiga, yaitu perputaran modal yang masuk ke wilayah itu, penyerapan tenaga kerja dan ada produksi. Kalau produktivitas meningkat, saya yakin menimbulkan multiplier efek bagi kita semua.,” kata Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie pada Rapat Koordinasi Percepatan Revisi RTRW Kabupaten/ Kota, Senin (3/02/2020) di Hotel Grasia.

Mengingat pentingnya keberadaan Perda RTRW, Pj Sekda mendesak kepada kabupaten kota yang belum menyelesaikan revisi Perda RTRW, segera mengejar penyelesaiannya. Apabila menghadapi kendala, segera dikonsultasikan ke pihak yang berwenang, misalnya ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Pj Sekda juga mengingatkan, agar dalam proses penyusunan Perda RTRW, tidak ada jajarannya yang bermain dalam penyediaan lahan. Mengikuti mekanisme harga yang berlaku secara formal, menjadi hal wajib yang diterapkan. 

“Tidak ada lagi wacana untuk bermain main dalam penyediaan lahan karena banyak yang nanti, kalau istilah jawa itu kegelan, kecelik, kalau bahasa Indonesianya akan kecewa. Lahan itu tidak untuk dipermainkan. Jadi tata ruangnya ada, lahannya juga sudah ada,” tandas dia

Herru mengakui, tahapan penyelesaian Perda RTRW memang tidak mudah. Setidaknya ada lima tahap yang harus dilalui. Mulai dari revisi di internal, pengajuan untuk mendapat rekomendasi kepada gubernur, dan dikonsultasikan ke ATR BPN. Setelah dari ATR BPN, akan dikembalikan lagi kepada gubernur untuk dievaluasi menuju Perda. Dalam proses menuju perda, masih ada tahap berdiskusi dengan ruang publik.

“Kalau mekanisme sudah ditempuh, prosedur sudah diikuti, namun masih ada kendala yang menghambat perda, pesan Gubernur hanya dua. Kalau kendala teknis, diselesaikan secara teknis, namun kalau non teknis, dilaporkan ke aparat penegak hukum,” pungkasnya. (Bondan MKB Pemalang)

Pj Sekda : Lahan Tidak untuk Dipermainkan Pj Sekda : Lahan Tidak untuk Dipermainkan Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar