Breaking News

Inovasi Mi Tempe untuk Intervensi Turunkan Stunting


Komando Bhayangkara - Angka prevalensi stunting di Indonesia yang berada di angka 27,67 persen atau di atas angka prevalensi WHO yang hanya 20 persen, ternyata menjadi keprihatinan warga Grobogan bernama Tri 'Ulya Qodriyati. Lulusan Magister Pendidikan Luar Sekolah (Pascasarjana Unnes) itu menciptakan inovasi mi tempe instant.

"Ide inovasi ini dari prevalensi angka stunting di Indonesia yang masih lebih tinggi dari organisasi kesehatan dunia. Maka kita bikin inovasi produk mi tempe yang kadar proteinnya tinggi. Harapannya, bisa membantu mengintervensi penurunan angka stunting," tuturnya ditemui dalam Pemeran Musyarawarah Rencana Pembangunan Wilayah Kedungsepur, Rabu (11/03/2020) di Kota Lama Semarang

Perempuan yang akrab disapa Lia itu menuturkan, sebelum mi tempe ini tercipta, pihaknya sudah melakukan riset hingga lima kali. Awalnya, dia ingin membuat produk mi tempe yang free gluten, agar dapat dikonsumsi pula bagi penderita autis dan diabetes. Namun, setelah diujicoba, tidak berhasil.

"Awalnya kita mau benar-benar bikin 100 persen free gluten, menggunakan bahan baku mocaf dan tepung tempe saja. Tapi hasilnya remuk, putus-putus. Jadi akhirnya kita membikin dengan menggunakan campuran terigu," bebernya.

Dijelaskan Lia, bahan baku kedelai untuk mi tempe ini dipasok dari petani lokal Grobogan. Dari kedelai asli Grobogan yang non Genetically Modified Organisms ini, diproses menjadi tempe higienis, kemudian dijadikan tepung tempe di Technopark Grogoban.

"Tepung tersebut kita jadikan formula dari mi tempe.Hasil uji lab menunjukkan, dalam satu cup mi tempe mengandung 20 persen protein," tuturnya.

Saat ini, dia belum memproduksi mi tempe dalam jumlah banyak, karena inovasinya masih sangat baru. Dalam sebulan, hanya memproduksi dua kali dan sekali produksi sebanyak 200 cup. Untuk pemasaran, baru lewat pameran. Lia juga menyadari, produk mi tempe ini dari segi harga termasuk mahal. Per cup dijual Rp. 15.000

"Ini masih baru, sehingga permintaan pasarnya belum banyak dan harganya lumayan mahal. Per cup Rp 15.000. Tapi tujuan kita adalah memasyarakatkan mengkonsumsi makanan sehat karena belum banyak yang teredukasi," ungkap dia 

Lia menambahkan, mi tek-tek ini sebenarnya turunan dari produk mi tek-tek yang sudah lebih dulu dibuatnya pada tahun 2017. Mi tek-tek yang dibuatnya terdiri dari dua varian, yakni 100 persen mocaf dan campuran terigu dengan mocaf. Untuk produk mi tek-tek ini, pemasaran offlinenya sudah dilakukan di beberapa daerah. Antara lain di toko oleh-oleh Kampung Semarang, Swalayan Luwes Purwodadi dan Blora, serta Aneka Jaya Yogyakarta.

"Untuk varian 100 persen gluten free, bahannya dari tepung mocaf. Karena gluten free, maka aman dikonsumsi penderita autis dan diabetes," pungkasnya

Inovasi Mi Tempe untuk Intervensi Turunkan Stunting Inovasi Mi Tempe untuk Intervensi Turunkan Stunting Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar