Breaking News

Musrenbangwil Tak Sekadar Bahas Usulan Pembangunan

loading...

Komando Bhayangkara - Putaran pertama Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil), telah dimulai pada 5 Maret 2020. Brebes menjadi tuan rumah musrenbangwil, yang mulai tahun ini mengusung konsep berbeda.

Pada konsep sebelumnya, musrenbangwil hanya diwarnai usulan pembangunan proyek dari tiap-tiap kabupaten per eks-keresidenan. Tetapi kali ini, tiap kabupaten kota juga memamerkan inovasi-inovasinya dalam mengatasi persoalan yang dihadapi

Seperti di Kabupaten Brebes, Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Brebes terbilang tinggi. Berdasar data yang diolah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tahun 2018, ada 17.420 ATS yang tersebar di 17 kecamatan. Per kecamatan rata-tata ada 1.025 ATS. 

Mengingat pembangunan SDM sangat penting, lanjutnya, maka Pemkab Brebes membuat Gerakan Kembali Bersekolah. Gerakan ini memastikan bahwa semua anak berusia 7 sampai 18 tahun, bersekolah di jenjang formal. Begitu pula usia 7 sampai 21 tahun di jenjang non formal, dipastikan belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Gerakan yang dilakukan bersama forum masyarakat peduli pendidikan (FMPP), pada tahun 2017 berhasil mengembalikan anak sekolah sebanyak 1.212 anak. Di 2018, mengembalikan sebanyak 4.074 anak, dan 2019 sebanyak 5.119 anak. 

"Atas inovasi yang dinilai berdampak luas pada masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Brebes mendapat penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik," ungkap Idza.

Kota Tegal memamerkan inovasi Temio (Tegal Main Industries Outlook). Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, aplikasi ini dirancang untuk memberikan wadah dalam memperkenalkan produk-produk industri unggulan Kota Tegal. Aplikasi juga sekaligus untuk memudahkan akses pemasaran produk IKM Kota Tegal dengan berbelanja secara online.

"Ini menjadi cara agar produk industri IKM kami bisa go international," ujarnya.

Pemasaran produk offline, lanjutnya, juga difasilitasi dengan program Tenong Binyak atau Tempat Nongkrong Binaannya Nakerin. Fasilitas ini diberikan khususnya bagi pelaku IKM di bidang kuliner.

Sementara itu, Kabupaten Tegal memiliki program Three-J. Bupati Tegal Ummi Azizah mengatakan, program Three J adalah program jaminan sosial untuk mengurangi beban pengeluaran warga tidak mampu, yang tidak tercover pendanaan program pemerintah. Program Three J itu meliputi jadup (jaminan hidup), jakes (jaminan kesehatan), dan jarum (jaminan rumah).

"Jadup diberikan untuk lansia yang sudah tidak memiliki keluarga. Per bulan mereka mendapat bantuan Rp 300.000 per jiwa selama 10 bulan. Mereka juga mendapat bantuan beras, lauk pauk, shelter dan pendamping," jelasnya.

Jakes, sambungnya, diberikan kepada masyarakat miskin dalam bentuk jaminan kesehatan PBI APBD Kabupaten (BPJS Kesehatan). Per bulan, selama setahun pemkab membayar preminya sebesar Rp 23.500 per jiwa. Sedangkan jarum, diberikan kepada masyarakat miskin yang tempat tinggalnya tidak layak, atau bahkan tidak memiliki rumah.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie mengemukakan, konsep Musrenbangwil kali ini memang dibuat tidak seperti biasanya, yang diwarnai deretan usulan. Pemerintah kabupaten/ kota, didorong untuk lebih mengembangkan inovasi, dalam mengatasi masalah atau mengembangkan potensi di wilayah masing-masing. Ini dilakukan, untuk mempercepat hasil kualitas pembangunan.

"Ini juga untuk membangun komitmen bersama, bahwa pembangunan nasional atau pengembangan wilayah, tidak lain dan tidak bukan, haruslah menjadi wujud kolaborasi dan sinergi di antara kita bersama," ungkap dia.

loading...

Tidak ada komentar