Breaking News

Pertumbuhan Ekonomi Tergantung Kepemimpinan di Daerah

loading...

Komando Bhayangkara - Kabupaten Kebumen menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang dinilai sukses melakukan percepatan keuangan daerah, hingga mendapatkan TPAKD Award. 

Pada Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Hotel Java Heritage, Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen Ahmad Ujang Sugiono membeberkan sejumlah program percepatan akses keuangan daerah yang dilakukannya. Antara lain, gencar melakukan sosialisasi gemar menabung bersama perbankan di kalangan kepala sekolah dan siswa SMP/ MTS. Sosialisasi dilakukan di 100 sekolah SMP/MTS. Sosialisasi ini juga diikuti dengan evaluasi secara bertahap.

"Alhamdulillah Kabupaten Kebumen nomor 2 terbanyak penabung pelajar tingkat SMP/MTS di Jateng," ungkapnya, Kamis (12/03/2020)

Program lainnya adalah memberikan kemudahan akses perbankan untuk melawan rentenir, bagi pelaku usaha kecil melalui program Simiki (Simpanan Mikro) dan Kompak (Kredit Murah Pedagang Pasar Kebumen). Bagi yang membutuhkan kredit, mereka bisa mengakses pinjaman hingga Rp 2 juta dengan jangka waktu pinjaman 12 bulan, tanpa biaya administrasi, tanpa biaya provisi dan tanpa agunan.

"Petugas memberikan layanan dengan jemput bola. Pelayanan petugas bank menyesuaikan aktivitas di pasar, mulai jam 05.00 WIB," katanya.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie mengatakan, percepatan akses keuangan daerah ini berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah. Daerah-daerah di Jawa Tengah punya peluang mengembangkan potensi kewilayahan tersebut. Hanya tinggal bagaimana eiger, kreativitas dan inovasi pimpinan daerahnya.

"Maaf saja, dulu kalau menyebut Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, mindset orang itu daerah stagnan. Nyatanya begitu masing-masing kepemimpinan di daerahnya asa kreativitas, inovasi, bisa maju dengan baik," kata dia.

Untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama kalangan masyarakat ekonomi lemah, imbuh dia, saat ini pemerintah sudah menyediakan berbagai program untuk mereka. Bagi yang belum memiliki ketrampilan, mereka bisa mendapat fasilitas pelatihan secara gratis. Setelah dilatih dan ingin memulai usaha, berbagai program kredit untuk start up business juga sudah disediakan.

"Jadi ndak ada alasan sekarang "Pak kita nggak bisa usaha" atau "Pak kita nggak bisa meningkatkan kesejahteraan kita." Ndak ada. Wong semuanya ada, tinggal mau atau tidak," tutupnya.

loading...

Tidak ada komentar