Breaking News

Tinjau Progres Penanganan Pertokoan Jompo, Dandim 0824/Jember Lega Dengan Telah Dibersihkannya Aliran Kali Jompo

loading...

Komando Bhayangkara – Upaya penanganan robohnya Pertokoan Kali Jompo Jl Sultan Agung Jember, memang sempat menghebohkan berbagai pihak, namun demikian Pemerintah Daerah Bersama Pihak Terkait, Kodim 0824/Jember maupun Polres Jember, justru lebih fokus pada penanganannya, sehingga tidak berdampak pada aliran air maupun robohnya bangunan toko lainnya.

Langkah merobohkan bangunan yang rawan roboh tersebut memang sangat tepat sekali, baru dilakukan pengangkatan reruntuhan 10 toko yang roboh karena pondasinya terkikis aliran Kali Jompo, baru kemudian dilakukan normalisasi aliran Kali Jompo dan normalisasi sepadan jalan.

Pada saat peninjauan oleh Dandim 0824/Jember pada Rabu 11/03/2020 Pukul 11.00 Wib, saat kami wawancarai menyampaikan, bahwa melihat kerja keras tim teknis yang dipimpin oleh Abd Mujahidin dari Balai Besar Penelitian Jalan Nasional (BBJN), proses pengerjaannya sangat memuaskan, hal ini tentunya berkat evaluasi bersama yang dilakukan setiap harinya, melalui rapat bersama setiap malam yang melibatkan semua pihak sehingga seluruh tim memahami tugasnya masing-masing.


Kita Kodim 0824/Jember bersama Polres Jember membantu pengamanannya, sehingga tim teknis dapat mengerjakan aktifitasnya dengan aman dan leluasa, untuk itu sekali lagi kita memohon bantuan Do’a masyarakat, sehingga proses penanganannya dapat segera terselesaikan dan jalan Raya Sultan Agung ini dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat dengan aman.

Sementara itu menurut Ketua Tim teknis Abd Mujahidin yang  kami wawancarai menyampaikan bahwa tugasnya dalam tim ini hanya membongkar dan mengangkat reruntuhan pertokoan yang roboh, selanjutnya mengembalikan sempadan jalan, untuk langkah selanjutnya akan kami serahkan kepada Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Jember. 

Salah satu warga masyarakat sekitar pertokoan kalijompo  Redianto 47 tahun saat kami wawancarai terkait dengan kegiatan penanganan robohnya oertokoan tersebut menyampaikan, bahwa pekerjanya memang luar biasa tidak kenal lelah dalam melakukan percepatan langkah pengerjaannya.

Memang kita warga sekitar sini apalagi kerja kami berjualan ditoko, dengan adanya kejadian ini sangat terganggu, pembeli biasanya banyak menjelang puasa ini justru menurun, karena akses jalan Sultan Agung ini ditutup, namun karena itu merupakan bagian dari percepatan penanganan, kami hanya bisa berdoa semoga penanganannya dapat segera selesai. Itu saja saya kira. Pungkas Redianto. (Siswandi)

loading...

Tidak ada komentar