Breaking News

Audensi Pemerintah Desa Cikendung Kecamatan Pulosari Pemalang Tentang Dana Desa dan Bansos yang Mencurigakan Sarat Dengan Pungli


Komando Bhayangkara - Rabu 2/6/2020 Sejumlah warga dan Pemuda jam 09.15. WIB melakukan audensi dengan muspides di Kantor Desa Cikendung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Rabu (2/6/2020). Dalam audensi dihadiri oleh Kades Cikendung,ketua KPM Kecamatan Pulosari ,Babinkamtibmas, Sekdes, ketua kelompok PKH desa Cikendung. 

"Auden ini bersifat klarifikasi dengan pihak Muspides sehubungan dengan issu yang berkembang di masyarakat bahwa ada keganjilan dalam pengelolaan Pemerintahan desa" tutur Andri salah satu Tokoh Pemuda yang dimintai keterangan oleh awak media. 

Dalam auden ini hampir 99 % dihadiri Pemuda desa Cikendung. Banyak pertanyaan yang sebenarnya sudah umum disetiap Desa,namun Dana Desa yang sejak Kades Cikendung menjabat 13 tahun (3 periode) tidak ada transparansi ke masyarakat diantaranya hasil musdes, pungutan dari KPM PKH tidak jelas alasannya, Gedung Olah Raga yang awak Media dapatkan adalah Banprov,anggaran Bedah Rumah yang tidak sesuai, Bansos yang tidak sesuai dengan kondisi yang berhak (BNT,PKH,COVID). 


Selain dari pada itu desa Cikendung masuk desa tertinggal dengan ADD 1,8 M  per tahun namun dalam data KPM untuk Covid-19 hanya 91 KK dari jumlah KK Desa Cikendung kurang lebih 2000 KK.

"Kami hanya ingin menanyakan anggaran untuk masyarakat karena selama ini kami belum ada pembangunan. Dan kami ingin tau apa kendalanya sampai daerah kami terbengkalai dan Bansos Covid tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya , warga hanya ingin menuntut transparansi keuangan Dana Desa (DD) dan ADD Desa Cikendung data Penerima Manfaat dan kenapa ATM PKH dibawa oleh pengurus,dugaan warga ada pemilihan/tunjukan dari perangkat setempat bahkan saudara perangkat yang sudah mampu. Dan dari perwakilan pemuda menanyakan pungutan Rp 12.000,- bagi Penerima manfaat beras (BNT) itupun diminta sebelum beras itu datang dan tidak ada Perdesnya. Alasan pungutan dari salah satu perangkat untuk dana kematian dan kas RT alasan yang tidak berdasar dan bisa dikatakan pungli" kata perwakilan warga (Pemuda).

Adapun jawaban dari Pemdes (diwakili ketua Kelompok KPM PKH)

Pungutan KPM PKH bervariasi sesuaikan dengan penerima PKH, ketua KPM kecamatan Pulosari : dilarang ada pungutan kecuali ada kesepakatan dr penerima manfaat, Bansos berdasar KK, PKH,BPNT, Beras sembako.

Audensi ini berakhir jam 14.20 WIB Peserta Audensi membubarkan diri dengan tertib walau jawaban dari Pemdes kurang memuaskan, dengan adanya audensi itu warga sudah mulai berani mengutarakan keluhan yang selama ini dipendam, dengan ditemuinya awak media dan perwakilan mencurahkan uneg-uneg mereka " kulo niki dijaluki KK terose bade angsal bantuan saking Pemerintah ,kulo pun ngisi formulir saking bank BNI, terus kanggo apa...dikon mana mene bayar fotocopy  langka apa apane , malah sing jagong nang omah entok " intinya diminta KK dan dijanjikan tapi tidak sesuai yang diharapkan.

Dari audisi itu ditutup dengan tuntutan Pemuda untuk diaktifkan Karang Taruna yang selama 13 tahun vakum. 

Menurut keterangan Team Pemuda : audensi ini akan dilanjutkan lagi waktu dan tempat belum bisa diinformasikan.

Audensi Pemerintah Desa Cikendung Kecamatan Pulosari Pemalang Tentang Dana Desa dan Bansos yang Mencurigakan Sarat Dengan Pungli Audensi Pemerintah Desa Cikendung Kecamatan Pulosari Pemalang Tentang Dana Desa dan Bansos yang Mencurigakan Sarat Dengan Pungli Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar