Breaking News

Butuh Keterbukaan dalam Penanganan Covid-19


Komando Bhayangkara – Keterbukaan suatu komunitas sangat diperlukan dalam menangani persoalan covid 19.  Apabila dalam suatu komunitas terdapat anggotanya yang memiliki gejala covid tetapi tidak berani memeriksakan diri atau melaporkan, maka akan menyulitkan pemerintah dalam mengatasinya.

“Kita ingin menjalankan apa yang diperintahkan Rasulullah. “Berkatalah apapun yang baik, walaupun itu pahit”. Walaupun itu dianggap menurut kita tidak baik untuk pondok pesantren kita, akan tetapi keterbukaan ini yang saat ini kita butuhkan,” tutur Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen saat membuka acara Sosialisasi Pesantren Ramah Anak melalui zoom meeting, Selasa (14/7/2020) di Kantor Gubernur

Maka, lanjut Wagub, untuk memudahkan koordinasi dalam penanganan covid 19 pihaknya meminta setiap pondok pesantren membentuk satgas jogo santri.  Tugas utamanya, mengontrol kesehatan para santri secara regular. Apakah ada santri yang suhu tubuhnya di atas ambang batas normal, apakah ada yang menderita sakit flu, batuk, dan sebagainya.

“Ketika sudah dibentuk, tolong SK pembentukan jogo santri dikoordinasikan dengan kepala desa, ketua RT dan Ketua RW, sehingga lebih mudah berkoordinasi apabila ada kejadian yang menimpa di pondok pesantren,” ungkapnya

Pihaknya juga menekankan, dalam menghadapi pandemi covid 19, pondok pesantren harus bisa menunjukkan, bahwa mereka sudah meningkatkan kehati-hatian, dan menerapkan pola hidup sehat. Segala kegiatan yang dilaksanakan, sudah mematuhi aturan protokol kesehatan yang diterbitkan, baik pemerintah pusat mapun daerah. Semua santri yang kembali ke pondok pesantren, lanjut dia, wajib membawa surat keterangan sehat dan sudah menjalani proses karantina mandiri selama 14 hari di tempat asalnya, dan dilanjutkan ketika tiba di pondok pesantren.

Deputi Bidang Partipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Indra Gunawan menyambung, para santri, khususnya yang masih anak-anak dan tinggal di asrama, harus terlindungi dari berbagai hal yang membahayakan. Termasuk, dari bahaya virus covid 19.  Makanan dan peralatannya dipastikan mesti higienis, air minumnya sehat, dan protokol kesehatan berjalan dengan baik. 

“Kami berharap, setiap kegiatan yang dilangsungkan di pondok pesantren, baik kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lainnya, tentu ini juga tetap mengikuti anjuran-anjuran pemerintah dan tetap memprioritaskan kepentingan-kepentingan terbaik bagi anak-anak kita, sehingga anak-anak di lingkungan pondok pesantren, bisa kita lindungi bersama,” katanya.

Butuh Keterbukaan dalam Penanganan Covid-19 Butuh Keterbukaan dalam Penanganan Covid-19 Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar