Breaking News

Kembali Beraktivitas, Pesantren di Jateng Wajib Terapkan Protokol Kesehatan


Kota Semarang - Sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah sudah beraktivitas kembali setelah beberapa bulan terakhir memberlakukan belajar di rumah akibat virus Corona atau COVID-19. Kembalinya para santri di ponpes, maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mewajibkan semua pesantren menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan pesantren. 

"Sebelumnya kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kemenag perihal kedatangan para santri. Setelah diizinkan, santri sebanyak 2.500 orang datang ke ponpes secara bergelombang dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sesuai anjuran pemerintah," ujar pengasuh Pondok Pesantren Balekambang Jepara, Miftahudin saat rapat evaluasi pembelajaran masa adaptasi kebiasaan baru di pondok pesantren, Senin (20/7/2020).

Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dan dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng KH Ahmad Daroji serta perwakilan pengasuh ponpes dari berbagai daerah di Jateng itu, membahas berbagai kebiasaan baru di lingkungan ponpes di masa pandemi COVID-19. Diantaranya menjadikan ruang kelas menjadi tempat tidur santri, etika batuk dan bersin di lingkungan ponpes, edukasi tentang kesehatan serta pengecekan kesehatan para santri yang melibatkan Dinas Kesehatan setempat.

"Kegiatan belajar akan dilakukan di luar ruangan, seperti di masjid atau aula. Ruang kelas kita jadikan ruang tidur santri, ini sekaligus sebagai upaya penerapan pembatasan sosial dan jaga jarak fisik antarsantri," beber Miftahudin.

Selain itu, setiap hari petugas dari Dinkes Jepara datang untuk mengecek kondisi kesehatan penghuni ponpes, jika ada yang suhu subuhnya di atas 37 derajat Celcius akan dilokasir. Tidak kalah penting adalah pembatasan tamu terutama dari daerah zona merah, melakukan senam pagi setiap hari, menyediakan fasilitas cuci tangan di beberapa titik, serta menggencarkan sosialisasi kepada para santri tentang pentingnya kebersihan diri dan lingkungan untuk kesehatan. 

Hal serupa juga diterapkan di Ponpes Al-Hikmah 1 Brebes. Pondok pesantren berlokasi di Kecamatan Sirampog itu sudah kembali beraktivitas mulai 13 Juni 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan. Pengasuh ponpes mewajibkan santri untuk melapor apabila mengalami keluhan sakit atau suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius, serta menggencarkan kampanye pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan.

"Di ponpes kami terdapat sekitar 300 kamar. Kami selalu memperingatkan pentingnya kebersihan dan kewajiban memakai masker. Setiap santri kami minta membawa peralatan makan dan mandi sendiri-sendiri, tidak boleh ada yang dipakai bareng-bareng seperti kebiasaan sebelumnya. Ini adalah upaya dan ikhtiar kami sesuai anjuran Pemprov Jateng," beber pengasuh Ponpes Al Hikmah Brebes Labib Shodiq.

Demi meminimalisir penyebaran COVID-19 di lingkungan pesantren, orangtua santri dilarang menjenguk sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihak ponpes juga rutin menyemprotkan disinfektan di tempat-tempat umum dan benda-benda yang sering dipegang santri seperti gagang pintu, saklar lampu, komputer, meja, lantai, dan lainnya. Demikian pula peralatan ibadah harus rutin dicuci. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, berbagai upaya harus dilakukan semua pihak untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di berbagai lini kehidupan, termasuk di lingkungan ponpes. Penerapan protokol kesehatan harus dikedepankan, terutama perihal penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Para santri harus menjadikan kebiasaan-kebiasaan baru tersebut sebagai budaya sehari-hari demi kesehatan santri, kiai, pengasuh, dan penghuni pesantren lainnya.

"Para santri harus menjadi Satgas Santri di ponpes masing-masing. Jika ada santri yang sakit harus secepatnya dilaporkan, semua harus memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan. Upaya ini untuk mencegah penularan COVID-19, jangan sampai ada klaster baru dari ponpes," pinta Taj Yasin Maimoen.
Kembali Beraktivitas, Pesantren di Jateng Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Kembali Beraktivitas, Pesantren di Jateng Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar