Breaking News

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Taj Yasin Dorong UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat


Komando Bhayangkara - Pemerintah bersama semua elemen masyarakat harus terus berupaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi, salah satunya mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di lingkungan pondok pesantren. Sehingga UMKM kembali menjadi penopang ekonomi masyarakat seperti saat krisis moneter tahun 1998 silam.

"Apalagi saat ini orang lebih senang belanja lewat online. Maka kita dorong UMKM,  terutama di pondok pesantren yang sudah mempunyai usaha-usaha untuk memasarkan produk dengan memanfaatkan teknologi digital," ujar Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di sela acara penyerahan program strategis Kementerian Koperasi dan  Usaha Kecil Menengah (UKM) di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Jumat (7/8/2020).

Kegiatan bertema Koperasi dan UMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi pada Masa Pendemi dan New Normal Covid-19, tersebut dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki didampingi Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi Bin Yahya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfud dan Afzan Arslan Djunaid.


Potensi UMKM di lingkungan pesantren di Jawa Tengah yang beragam perlu didorong melalui program pelatihan keterampilan berwirausaha, pengemasan produk, pemasaran, dan akses permodalan. Seperti Kota Pekalongan dengan produk batiknya yang telah mendunia. Batik beragam corak produk Pekalongan tidak hanya dikenakan warga Jateng, melainkan juga dilakai warga luar daeeah bahkan luar negeri.

"Saya sangat senang adanya pelatihan seperti ini. Apalagi di masa pandemi Covid-19, sektor ekonomi sangat berdampak dan pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Maka sudah saatnya kita kembali membangkitkan UMKM dengan memanfaatkan teknologi informasi, terlebih saat ini orang lebih senang belanja lewat online. Jadi siapapun bisa menawarkan produknya kemanapun," katanya. 

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Habib Luthfi bin Yahya mengatakan, semua harus bisa meningkatkan ekonomi Indonesia di tengah pandemi. Antara lain dengan mencintai produksi dalam negeri dan bangkitkan kembali apa yang tumbuh di Bumi Pertiwi dan kekayaan sumber daya alam yang ada di negeri Indonesia. 

"Mestinya kita bangga apa yang keluar dari Bumi Pertiwi, kita bangga dan berani mengatakan bahwa ini sarung Indonesia, jambu dan ayam Indonesia. Apalagi dengan adanya Covid-19, kita menjadi semangat untuk maju bukan untuk kita mundur, terus berusaha selangkah demi selangkah," pintanya. 

Tidak kalah penting dalam membangkitkan ekonomi menurutnya adalah dukungan para tokoh. Baik tokoh pemerintah, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat harus turun ke bawah, bagaimana menterjemahkan, memaknai, dan memanfaatkan UMKM, sehingga perekonomian tetap berputar dan tidak ketergantungan terhadap pihak luar. 


Sementara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, UMKM Indonesia termasuk di Kota Pekalongan punya potensi besar untuk berkembang, yaitu produk batik yang dipadukan dengan Kota Pekalongan sebagai Kota Santri. Namun masih ada sejumlah kendala dalam memajukan UMKM, diantaranya kurangnya pengetahuan, akses dan sumber daya manusia. 

"Maka berbagai program kita galakan guna pengembangan UMKM, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan kepada pelaku UMKM. Selain itu juga membantu bagaimana mereka bisa mengakses pasar dan pembiayaan," katanya.

Ia menjelaskan, pada krisis moneter 1998 tidak sedikit perusahaan besar yang tumbang, namun sektor UMKM menjadi pahlawan, bahkan  kenaikan ekspor UMKM saat itu mencapai lebih dari 300 persen. Namun kondisi ekonomi pada masa pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis moneter 1998, sektor UMKM yang banyak yang selama ini mampu menambah pendapatan masyarakat dan mengurangi pengangguran semakin terpuruk. 

Disebutkan, Kementerian Koperasi dan UMKM mengalokasikan anggaran bagi koperasi dan UMKM dengan total Rp124 triliun. Anggaran tersebut mencakup insentif pajak, relaksasi, dan restrukturisasu kredit dan perluasan modal kerja UMKM untuk menekan dampak pandemi, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

"Kami juga mau minta ponpes menjadi kekuatan ekonomi. Seperti koperasi berbasis pesantren seperti Koperasi Pinjam Pembiayaan Syariah (KPPS) Sidogiri Jawa Timur," katanya.

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Taj Yasin Dorong UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Taj Yasin Dorong UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Masyarakat Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar