Breaking News

Genjot Investasi di Tengah Pandemi, Pemprov Jateng Gencarkan Strategi PMA


Komando Bhayangkara -  Pemerintah Jawa Tengah terus menggenjot realisasi penanaman modal atau investasi di tengah pandemi Covid-19. Berbagai strategi digencarkan dan sarana prasarana dikembangkan guna menarik investor dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah. 

"Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kami terus mendorong investasi di Jawa Tengah. Upaya kami saat ini adalah mengoptimalkan peluang investasi dan mempercepat realisasi investasi terutama yang menyerap banyak tenaga kerja," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan pidato kunci pada acara indonesia Investment Day 2020 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah,  Selasa (18/8/202).

Disebutkan, pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia telah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Pada tahun 2020 dengan frekuensi tumbuh sekitar 1,4% hingga 2,4% tahun ke tahun, namun pada kuartal awal tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, telah melebihi ekspektasi yaitu mencapai 2,6%. 

"DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan  Satu Pintu) Provinsi Jawa Tengah sudah menyediakan pelayanan online. Para investor tidak perlu datang langsung ke Jawa Tengah, karena semua bisa dilakukan melalui online, dapat memantau melalui website juga bisa dilihat lewat media-media lainnya, sehingga itu mempermudah para investor saat masa pandemi seperti sekarang," jelasnya.

Ia menjelaskan, pelayanan perizinan online di Jateng dapat membantu para investor yang akan berinvestasi di berbagai daerah di Jateng,  siap memfasilitasi dan memudahkan dalam mengurus administrasi bisnis dengan mudah, murah, dan cepat. Selain itu juga memberikan insentif dengan menyederhanakan proses perizinan zona ekonomi khusus dan beberapa kawasan industri.

Untuk memfasilitasi para calon investor, lanjut dia, Pemprov Jateng memiliki kawasan ekonomi khusus Kabupaten Kendal dan empat kawasan industri dengan fasilitas produksi langsung, seperti Wijaya Kusuma industri di Kota Semarang, Bukit Semarang Baru, dan masih ada beberapa kawasan industri yang sedang dalam tahap pembangunan.

Mantan anggota DPRD Jateng itu menyebutkan, penanaman modal asing teratas di Jawa Tengah, yakni Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Republik Rakyat Tiongkok. Sedangkan daerah yang menjadi favorit bagi investor, terutama investor asal Singapura adalah Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sukoharjo, dan Cilacap.

Untuk mendukung perjalanan bisnis,  Pemprov Jawa Tengah menyediakan dua bandara internasional, yaitu Bandara Ahmad Yani  di Kota Semarang dan Bandara Adi Sumarmo Boyolali. Selain itu, keberadaan Pelabuhan berskala internasional juga mempermudah akses transportasi air. Yaitu Pelabuhan Tanjung Emas di Kota Semarang, Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, serta Pelabuhan Kendal yang sampai saat ini masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan.

"Keuntungan lainnya, Jawa Tengah dikelilingi oleh akses jalur tol Jawa dan rel kereta api yang menghubungkan antara kota dengan kabupaten serta antarprovinsi. Tidak kalah penting adalah Jawa Tengah didukung oleh pembangkit listrik dengan kapasitas yang terpasang 7303, 93 watt dan tegangan listrik yang masih dalam pengembangan," bebernya.

Jawa Tengah memiliki tenaga kerja yang berkualitas dengan upah tenaga kerja yang kompetitif, berprinsip ramah, sopan, dan setia. Sedangkan untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bekerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,  pemprov menyediakan fasilitas pendidikan dan pelatihan seperti pusat pelatihan hingga perguruan tinggi.

Genjot Investasi di Tengah Pandemi, Pemprov Jateng Gencarkan Strategi PMA Genjot Investasi di Tengah Pandemi, Pemprov Jateng Gencarkan Strategi PMA Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar