Breaking News

Polres Tegal Menduga L/P Wartawan Abal-abal, Ketum IPJT Angkat Bicara


Berkaitan dengan surat undangan Gelar Perkara Nomor : B/75/VII/RES.1.24/2020/Reskrim Berdasarkan (SP2HP) Nomor B/126/II/2019 Reskrim Polres Tegal, di ruangan gelar perkara Polres Tegal, pada Kamis (30/07), hadir bersama jajaran Polres Tegal dan Provos Propam Polda Jateng.

Menurut pihak Polres Tegal masing-masing mengatakan bahwa, pelapor ketika melakukan konfirmasi di kantor balai Desa Warureja tidak jelas atas nama pribadi atau Wartawan.

Kemudian setelah konfirmasi diantar oleh Kades Warureja ke Aris, Staf Kacamatan Warureja. Soal topi, Kades Warureja mengambil topi di stang sepeda motor milik pelapor dengan tujuan mau di ajak ke Polsek Warureja.

Sesuai hasil keterangan yang di peroleh dari pihak terlapor, maka dalam hal ini Polres Tegal mengatakan jangan di campur adukan antara indifidu dan wartawan atau Organisasi.

Sementara dari Propam yang hadir bersama belum bisa memberikan masukan atau komentar apapun setelah mendengar pemaparan dari pihak terlapor melalui jajaran Polres Tegal.

Sementara itu A’din,ST selalu pelapor mengatakan bahwa, penyampaian yang diberikan dari jajaran Polres Tegal mengikuti versi terlapor, tentu tidak sesuai apa yang pelapor rasakan ketika itu.

Kemudian pihak jajaran Polres Tegal menduga terhadap pelopor wartawan abal-abal alias Mutaber (muter-muter tanpa berita).

Kemudian mereka menyuruh HP pelapor dimatikan, akan tetapi mereka kenapa ngambil gambar dan mungkin juga sambil merekam. Dalam undangan yang tertulis gelar perkara, tetapi kenapa hanya klarifikasi saja?.

“Ini bagaikan masakan sudah masak di mentahkan kembali”, kata Aidin.

Pelapor tetap kekeh sesuai apa yang dirasakannya, yaitu diintimidasi,dicopot topinya oleh Kades Warureja serta mengatakan Wartawan Tai. “Ketika itu saat jam kerja sedang peliputan,” ungkap pelapor.

Masih kata pelapor, berdasarkan perihal (SP2HP) yang di peroleh dari Polres Tegal dan 9 bulan kemudian di tingkatkan pengaduan ke Itwasda Polda Jateng pada tanggal 05 Desember 2019, maka pelapor akan meningkatkan pengaduannya ke Kompolnas, supaya benar-benar sesuai SOP Polri.

Menanggapi hal tersebut, Ali Rosidin selaku Ketua DPC Pekalongan Raya Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) beserta Dr. H. Endar Susilo, SH, MH selaku advokat dan Ketua Umum Insan Pers Jawa Tengah mengatakan bahwa, saudara Ali Rosidin dan Aidin adalah anggota IPJT dan kebetulan beliau dipercaya teman-teman wartawan untuk menjadi ketua DPC Pekalongan Raya.

“Aidin sangat kooperatif dalam kegiatan maupun pemberitaan, sehingga tidak benar dan tidak sangat mendasar bila ada yang mengatakan Aidin Wartawan abal – abal dan siapapun yang mengatakan itu harus bertanggungjawab”, Tegas Endar .

Ditambahkan Endar, pihaknya akan memberikan bantuan hukum terhadap saudara Aidin sebagai Advokat. Langkah pertama yang akan ditempuh tentunya membuat surat klarifikasi terhadap penanganan laporan Aidin di Polres Tegal dan membuat surat tembusan ke Kapolda, Mabes Polri dan Kapolri.

“Ada apa ini dan kenapa Polres Tegal dalam penanganan aduan dan laporan masyarakat sangat lamban. Apakah ini berlaku pada semua masyarakat atau hanya kepada Aidin? “, lanjut Endar.

“Hukum harus benar – benar ditegakkan dimanapun, sehingga ada efek jera bagi pelaku kejahatan dan juga bagi masyarakat luas tidak akan melakukan perbuatan serupa. Apalagi ini menimpa pada rekan wartawan, yang boleh dibilang wartawan adalah pahlawan informasi. Sehingga Kami akan mengawal perkara ini” tutur Endar.

Polres Tegal Menduga L/P Wartawan Abal-abal, Ketum IPJT Angkat Bicara Polres Tegal Menduga L/P Wartawan Abal-abal, Ketum IPJT Angkat Bicara Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar