Breaking News

Taj Yasin: Mbah Maimoen Ulama Negarawan


Komando Bhayangkara - Almarhum KH Maimoen Zubair merupakan tokoh ulama yang negarawan. Ulama kharismatik kelahiran Rembang Jawa Tengah itu, tidak hanya menjadi tokoh agama yang selalu mengingatkan pentingnya belajar ilmu agama, namun juga sebagai tokoh bangsa yang senantiasa menghormati perbedaan, menjaga persatuan, dan cinta Tanah Air.

"Almarhum Mbah Maimoen sebagai ulama tidak hanya berbicara dan mengajarkan mengenai kitab, tapi juga  politik dan kenegaraan. Karena di Indonesia tidak hanya satu agama, satu suku, maupun satu bahasa. Bahkan di Pulau Jawa, terdapat banyak suku dan dialek. Ada Sunda, Madura dan lainnya," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat memberi sambutan pada acara Stadium General dan Ta'aruf Santri Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Rabu (16/9/2020).  

Acara Pembukaan Perkuliahan Tahun Akademik 2020/2021 bertajuk "Menjadi Santri Mbah Moen di Al Anwar 3" yang digelar secara  langsung dan virtual tersebut, juga dihadiri pengasuh Ponpes Al-Anwar 3 KH Abbdul Gofur, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha, para kiai dan ulama, serta para dosen STAI Al-Anwar.  

Taj Yasin yang merupakan putra nomor 9 mbah Maimoen mengatakan, sosok Mbah Maimoen berkecimpung di kancah politik tidak hanya satu atau dua tahun, melainkan telah  puluhan tahun atau sejak sekitar tahun 1970an. Selama puluhan tahun di dunia politik, belum pernah  mendengar fatwa-fatwa Mbah Moen menjadi momok bagi bangsa Indonesia maupun lawan politiknya. 


Menurutnya, Mbah Moen negarawan berpolitik tetapi tidak untuk menjadi pimpinan. Mbah Maimorn mendedikasikan putra-putranya dan para santrinya duduk di legislatif maupun eksekutif. Dari sini Mbah Maimoen ingin menyampaikan bahwa di dalam syariat atau dalam agama Islam atau tauhid, Islam tidak hanya berbicara agama, tapi juga mengenai ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. 

"Karena itu diharapkan STAI Al-Anwar kelak meningkat menjadi universitas yang bermanfaat di segala bidang. Santri tidak hamya berperan di dalam kelas, tapi juga di beberapa sektor dan di masyarakat. Seperti menjadi ahli komputer yang juga menjadi pengajar,' katanya.

Keberadaan STAI Al-Anwar adalah salah satu bentuk kepedulian Mbah Maimoen terhadap ilmu, termasuk mendirikan Ponpes Al-Anwar 1 sampai 4 yang mempunyai harapan tinggi dengan literasi literasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Saya berharap semua sebagai santri yang mencari ilmu hanya untuk mendapatkan Ridho dari Allah dan ilmu yang bermanfaat," katanya.

Pengasuh Ponpes Al-Anwar 3 KH Abbdul Gofur Maiomen menambahkan, pondok pesantren dan kampus sekolah tinggi yang berlokasi di pinggir jalur pantura tersebut didirikan oleh KH Maimoen Zubair. Menurutnya meskipun sudah meninggal sekitar setahun lalu, namun semangat ulama kharismatik asal Rembang Jateng itu masih dirasakan hingga saat ini. 

"Semoga esok kIta semua punya semangat yang lebih, dan itu salah satu cita-cita guru kita Kiai Maimoen. Termasuk 337 mahasiswa baru yang berasal dari 22 provinsi di Indonesia," ujar Abdul Gofur. 

Menurutnya, ilmu Mbah Maimoen yang tularkan kepada semua,  sekaligus seluruh dedikasi yang dicurahkan kepada para santri tidak akan habis. Meskipun telah meninggal pada 6 Agustus 2019, tetapi nama dan jasa pengasuh Ponpes Al-Anwar Rembang akan selamanya hidup di hati semua umat.

Taj Yasin: Mbah Maimoen Ulama Negarawan Taj Yasin: Mbah Maimoen Ulama Negarawan Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar