Breaking News

60 Persen Pelaku UKM Jateng Perempuan, Bukti Jadi Penggerak Ekonomi

 


Komando Bhayangkara – Pelaku UKM di Jawa Tengah didominasi oleh perempuan. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, dari total 4,17 juta pelaku UKM, lebih dari 60 persennya adalah perempuan. Menurut Ketua Umum BKOW Jawa Tengah Nawal Taj Yasin, angka ini menjadi bukti bahwa perempuan berkontribusi menjadi penggerak ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan Nawal, saat menjadi narasumber Talkshow UKM Virtual Expo, Selasa (27/10/2020) di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Jateng. Faktor yang menyebabkan perempuan banyak berkecimpung di UKM, rata-rata karena fleksibilitas waktunya. Mereka tetap bisa melaksanakan tanggungjawab domestik rumah tangga dan mendapatkan tambahan penghasilan. Di sisi lain, kesempatan perempuan untuk mendapatkan akses bekerja di lingkup formal juga terbatas. 

Namun, lanjut dia, di masa pandemi ini, kreativitas mereka diuji agar tetap bisa bertahan menjalankan usahanya. Mereka mesti bisa berinovasi, untuk beradaptasi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang menurun. Misalnya, yang semula berkecimpung dengan fashion menjadi memproduksi masker kain.  


“Pelaku UKM saat ini wajib akrab memanfaatkan marketplace, media sosial untuk pemasarannya. Ketika sudah memasarkan di internet, artinya juga harus siap saat mendapatkan order dari luar negeri,” tuturnya. 

Pandemi ini sebenarnya memberikan hikmah bagi pelaku UKM. Yang biasanya lebih banyak mengandalkan pemasaran offline, kini dipaksa memasarkan secara online. Jika belum bisa, mau tidak mau mereka belajar. Saat sudah bisa memanfaatkan teknologi, mereka kembali dipaksa berani menerima order dari luar negeri. Biasanya yang menjadi kendala bahasa.

Pernyataan tersebut dibenarkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Ema Rachmawati. Ada pengalaman dari perajin bambu yang mengikuti UKM Virtual Expo mendapat whatapp dari calon buyer dari luar negeri, tapi tidak bisa melayani karena kendala bahasa. Padahal, kerajinan bambu saat ini sedang diminati di Eropa dan Amerika. 


“Begitu di wa dari luar negeri sudah ndredeg. Bahasa Inggris ndak tahu. Akhirnya tidak menjawab. Padahal seperti pengalaman perajin keramik, ketika bisa melayani, mendapat pesanan dari Qatar senilai Rp 1,2 miliar,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman perajin Bambu itu, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, merasa perlu suatu saat menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris. Dengan bekal kemampuan berbahasa, diharapkan pelaku UKM dapat lebih percaya diri dalam melayani buyer dari luar negeri.
60 Persen Pelaku UKM Jateng Perempuan, Bukti Jadi Penggerak Ekonomi 60 Persen Pelaku UKM Jateng Perempuan, Bukti Jadi Penggerak Ekonomi Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar