Breaking News

Tinjau Padat Karya Penanaman Mangrove, Ini Hasilnya


Komando Bhayangkara - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Pemali Jratun, per Oktober ini melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Penanaman Mangrove di Pulau Cemara, Desa Sawojajar.

Desa Sawojajar adalah desa pantai di pesisir utara Kabupaten Brebes yang berbatasan langsung dengan pantai utara laut Jawa. Saat meninjau pelaksanaan program PEN Padat Karya Penanaman Mangrove, Kamis (22/10/2020) bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Siti Nurbaya), Menteri Kelautan dan Perikanan (Edi Prabowo) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Luhut Binsar Panjaitan), Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen mengatakan, abrasi di Desa Sawojajar termasuk parah. Padahal, di desa tersebut terdapat Pulau Cemara yang potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata mangrove dan hutan pantai. Namun kondisi ekosistemnya perlu dipulihkan. Sejak sebelum 2011, warga bersama Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam, Kelompok Tani Wana Lestari dan Kelompok Sadar Wisata telah berupaya melakukan rehabilitasi dengan menanam mangrove dan mencoba bibit tanaman yang lain. 

Upaya itu didukung pula oleh Pemerintah Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah dengan memberikan bantuan berupa rehabilitasi hutan mangrove dan membangun  hutan wisata. BPDAS LH Pemali Jratun juga sudah beberapa kali melakukan kegiatan penanaman mangrove. Namun, per Oktober ini, menyikapi situasi pandemi covid 19 yang berdampak pada turunnya pendapatan masyarakat, penanaman mangrove dimasukkan program padat karya. Pelaksana kegiatannya masyarakat sekitar yang tergabung dalam kelompok pelestari sumberdaya alam/ kelompok tani wana lestari.

"PEN Padat Karya Mangrove khusus di Brebes melakukan penanaman seluas 140 hektar dengan jumlah bibit 1,5 juta batang.  Penyerapannya mencapai kurang lebih 250 ribu hari orang kerja (HOK)," tutur Taj Yasin.

Selain Brebes, ada sembilan daerah lain yang juga mendapat program serupa. Yaitu, Kabupaten Pemalang (40 hektar), Kabupaten Pekalongan (25 hektar), Kota Pekalongan (1 hektar), Kabupaten Batang (11 hektar), Kabupaten Kendal (10 hektar), Kabupaten Demak (53 hektar), Kabupaten Pati (130 hektar), Kabupaten Jepara (30 hektar), dan Rembang (60 hektar).

Masyarakat yang mengikuti program ini, dibayar tenaganya. Pembayaran sesuai dengan prestasi pekerjaan. Mereka bisa mendapatkan hingga Rp 100.000 per hari. Pendapatannya ditransfer ke rekening bank anggota kelompok.

"Sudah ada sekian ribu masyarakat yang dipekerjakan dalam penanaman mangrove. Ini sangat membantu. Kalau ini bisa diperluas, selain memberikan perputaran ekonomi di masyarakat, juga menyelamatkan bumi," jelasnya.

Apabila ekosistem lingkungan pantai berhasil diperbaiki, maka bisa memberikan manfaat yang lebih besar lagi. Dan, yang lebih utama, berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
Tinjau Padat Karya Penanaman Mangrove, Ini Hasilnya Tinjau Padat Karya Penanaman Mangrove, Ini Hasilnya Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar