Breaking News

Jangan Ada Pembedaan Layanan Pendidikan Bagi Anak

 


Komando Bhayangkara – Kerjasama UNICEF Dan LP Maarif PW NU Jateng yang mengembangkan madrasah inklusif selama kurang lebih 2,5 tahun (sejak 2017) di Kabupaten Brebes, Banyumas dan Semarang, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Pendidikan layak memang harus diberikan kepada semua anak, tanpa membedakan persoalan fisik. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri saat ini sedang gencar menyelenggarakan pendidikan inklusif.

Saat menjadi pembicara kunci dalam acara Temu Akhir Program Pendidikan Inklusif Kemitraan UNICEF – LPP Maarif PW NU Jateng secara daring, Rabu (11/11/2020) di Kantor Gubernur, Taj Yasin mengatakan, dalam agama Islam sebenarnya sudah diperintahkan untuk memberikan pendidikan yang sama bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan atau disabilitas. Perintah itu tercantum di Qur’an surat ‘Abasa yang ditujukan langsung kepada Rasulullah.

“Ini ayat khusus yang diturunkan kepada Rasulullah ketika ada salah satu sahabat beliau Abdullah bin Ummi Maktum, seseorang yang punya keterbatasan penglihatan atau tuna netra bermaksud belajar agama. Tetapi pada waktu itu nabi sedang berhadapan dengan pembesar Quraisy, sehingga Abdullah kurang diindahkan, sehingga ditegur Allah,” jelasnya.

Melalui teguran Allah SWT, Nabi Muhammad SAW kemudian memberikan pengajaran secara langsung kepada Abdullah bin Ummi Maktum, hingga akhirnya dipercaya nabi menjadi imam sholat ketika nabi ada keperluan. Pesan itu, mesti menjadi pedoman bagi umat Islam. 

Lebih lanjut, Taj Yasin menyampaikan, agar pelajaran lebih mudah dipahami oleh anak yang berbeda, maka, cara mengajarnya pun harus disesuaikan dengan kondisinya. Misalnya, untuk anak tuna rungu dan wicara, maka perlu guru bantu yang bisa menerjemahkan ke bahasa isyarat. Untuk anak tuna netra, maka harus ada guru yang paham dengan huruf braille. 

“Dengan diadakannya sekolah inklusif, kita juga mendelegasikan para santri atau calon pengajar di setiap madrasah, atau pendidikan berbasis agama untuk belajar bahasa isyarat. Begitu juga untuk anak tuna netra, maka lembaga pendidikan perlu mendelegasikan guru untuk belajar braille,” pesannya. 

Selain SDM, sarana prasarana dan infrastruktur di sekolah juga perlu diperhatikan agar ramah difabel. Seperti saat mengakses sekolah, dipastikan disediakan jalur disabilitas sehingga mereka tidak kesulitan.
Jangan Ada Pembedaan Layanan Pendidikan Bagi Anak Jangan Ada Pembedaan Layanan Pendidikan Bagi Anak Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar