Breaking News

Jateng Kontribusi Nilai Ekspor 27 M Pada Pelepasan Produk Ekspor Serentak


Komando Bhayangkara – Jawa Tengah berkontribusi melepas nilai ekspor sebesar Rp 27, 485 miliar pada kegiatan Pelepasan Ekspor Produk Indonesia yang Bernilai Tambah dan Sustainable ke Pasar Global secara serentak di 14 provinsi. Pelepasan ekspor dipimpin Presiden RI Joko Widodo, Jumat 904/12/2020) secara virtual di Jakarta. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, di Jawa Tengah terdapat 16 perusahaan yang berlokasi di 8 kabupaten/ kota, yang mengekspor produknya. Dari jumlah 16 perusahaan, terdapat 10 perusahaan yang masih berskala UKM. Perusahaan itu antara lain PT Pan Brothers-Boyolali yang mengekspor garmen, masker dan APD, PT Lestari Jaya Bangsa (Banyumas) mengekspor produk herbal, PT Tri sinar Purnama (Semarang) mengekspor cor sambungan pipa besi, PT Indoexim International (Jepara) mengekspor furniture, dan CV Rayung Pelangi (Purbalingga) yang mengekspor sapu rayung. Pemberangkatan ekspor serentak di Jawa Tengah, dipusatkan di PT PAN Brothers. 

Negara tujuan ekspor produk Jawa Tengah, lanjut Wagub, adalah beberapa negara Uni Eropa, Timur Tengah, ASEAN, Amerika Serikat, Australia, Israel, Korea Selatan, Jepang, India, Brazil, Meksiko dan Nigeria. Di awal pandemi covid 19, yakni periode Februari-Agustus, para pelaku usaha sempat mengalami penurunan pesanan. Namun kini, sudah kembali bergeliat. 

“Mereka sebenarnya optimis.  Di masa pandemi covid memang, mulai Februari sampai Agustus ada pengurangan (permintaan pasar). Tapi di periode saat ini, alhamdulillah permintaan ekspor mulai meningkat. Akan tetapi memang masih ada kendala-kendala yang harus kita benahi bersama,” tuturnya.

Kendala yang dihadapi pelaku usaha/ eksportir saat ini adalah kesulitan mendapatkan kontainer.  Salah satunya penyebabnya adalah turunnya operasional di transshipment port. Di samping itu, shortage contoiner juga akibat menurunnya volume impor, sehingga kontainer yang masuk ke Indonesia berkurang. Masalah ini tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, tetapi hampir di semua pelabuhan di Indonesia. 

“Kendala kontainer bukan hanya di Jateng. Kendala ini nasional. Maka ini tadi saya sudah bicara dengan Kepala Dinas Perindag (Arif Sambodo), bahwa ini sudah dimusyawarahkan, kita dudukkan, kita cari solusinya,” kata dia.


Wagub Taj Yasin juga mengaku senang, saat ini Pelabuhan Kendal yang memiliki dermaga multipurpose sepanjang 218 meter, sudah mulai tumbuh. Pelabuhan Kendal memang didorong menjadi pelabuhan pendukung Tanjung Emas, sehingga bisa mengurangi penumpukan kontainer. 

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan, kunci mendongkrak pertumbuhan ekonomi saat ini adalah meningkatkan ekspor. Sehingga, menghasilkan devisa negeri dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

“Memang di situasi pandemi dan ekonomi global yang sedang lesu saat ini, berdampak pada pasar ekspor yang pasti menurun. Namun kita tidak boleh menyerah. Kita harus lebih jeli melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yg saat ini jg mengalami pandemi,” pesan Presiden

Jokowi juga mengingatkan, bahwa potensi komoditas Indonesia masih sangat besar. Baik dari sisi keragaman produk/ komoditi, dari sisi kreativitas, kualitas, dan dari sisi volume. Kunci untuk memenangkannya adalah pro aktif dan jangan pasif.
Jateng Kontribusi Nilai Ekspor 27 M Pada Pelepasan Produk Ekspor Serentak Jateng Kontribusi Nilai Ekspor 27 M Pada Pelepasan Produk Ekspor Serentak Reviewed by Admin on Rating: 5

Tidak ada komentar